Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan perputaran uang sebesar Rp17 triliun dari sektor pariwisata sepanjang 2025. Angka fantastis ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, target tersebut dihitung berdasarkan pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 296 dolar AS (sekitar Rp 4,8 juta) per orang dan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar Rp2,2 juta per orang.
“Kalau semua berjalan sesuai harapan, Rp17 triliun itu bukan mustahil. Ini peluang besar bagi pelaku usaha lokal,” ujar Hasan, Rabu (23/7/2025).
Target kunjungan wisata tahun ini mencapai 2,4 juta untuk wisman dan 3,5 juta untuk wisnus. Pemerintah daerah pun didorong berkolaborasi dengan pelaku wisata agar potensi ini bisa dimaksimalkan, termasuk dari sektor labuh jangkar yang selama ini kurang tergarap.
Hasan menilai, pekerja kapal asing yang sering berlabuh di perairan Batam dan Bintan bisa menjadi pasar baru. Selain itu, promosi destinasi unggulan serta penyelenggaraan event pariwisata akan digencarkan sepanjang tahun.
“Event di kabupaten/kota juga harus dikemas menarik dan terintegrasi dalam kalender pariwisata. Ini agar daya tarik Kepri makin kuat,” jelasnya.
Perputaran uang Rp17 triliun ini diyakini akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, termasuk peningkatan PAD dari sektor pajak hotel dan restoran.
“Ini bukan hanya soal wisata, tapi soal menggerakkan ekonomi rakyat,” tutup Hasan.








