
MEJAREDAKSI,TANJUNGPINANG- Pimpinan Daerah Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (PD Garuda KPP-RI) menggelar diskusi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri dan mahasiswa. PD Garuda KPP, mengkritisi masih kurangnya peran pemerintah dalam menyikapi persoalan masyarakat khususnya nelayan yang ada di Kepri. Dikusi ini juga mempertanyakan kinerja pemerintah dalam menggenjot sektor laut terutama dalam mensejahterakan nelayan.
Diskusi digelar di ruang rapat DKP Provinsi Kepri Jumat (4/5). Ketua PD Garuda KPP-RI Erik, mengatakan seharusnya staf dan SDM yang berada di DKP Kepri harus lebih bisa bekerja maksimal dalam melakukan tugas dan tanggung jawab. “Tidak saling menyalahkan dan menunjukan ketidak sinergian antara DKP provinsi kepri dengan DKP yang ada di 7 kabupaten kota,” kata Erik.
Erik mengatakan berdasarkan fakta di lapangan masih adanya bantuan yang diduga tidak tepat sasaran terhadap nelayan. Kehidupan para nelayan di Kepri juga belum bisa di kategorikan sejahtera. Perhatian pemerintah terhadap nelayan dan kinerja dari DKP dinilai kurang maksimal dalam mengelola, membina bahkan mengawasi lautan kepri yg 96 persen. Padahal Kepri terbentang lautan kaya akan potensi SDAnya.
“Kita pertanyakan soal tanggapan DKP Kepri, setelah melakukan diskusi yang juga hadir kasubag umum DKP prov kepri, bersama staf dan kasi lainya dalam diskusi trsebut, sangat disayangkan tanggapan mereka seakan menyalahkan masyarakat atas ketidak sejahteraannya sebagian besar nelayan di kepri,” kata Erik lagi.
Seharusnya DKP Kepri harus lebih menunjukkan kredibilitasnya dan lebih meningkatkan kerja sama mengelola sumber daya alam di laut Kepri.
Kasubag Umum DKP Provinsi kepri Jefriyanto mengucapkan terimakasih atas sikap kritis dan peduli mahasiswa dalam membangun dan mengembangkan potensi laut yang ada. Ia menjelaskan untuk pemanfaatan dan potensi laut sangat giat dilakukan. Jefriyanto juga mengatakan penyejahteraan nelayan juga terus dilakukan, dengan memberikan bantuan pembinaan. Ia menilai yang menjadi permasalahan saat ini terkait bantuan adalah, nelayan saat ini masih enggan menggunakan bantuan secara berkelompok, menimbang jika bantuan tersebut diberikan per orang akan menimbulkan sifat csmburu sosial dari kelompok-kelompok nelayan daerah lain.
“Hal yang seperti ini sangat kita butuhkan, dimana mahasiswa, OKP dan sebagainya sangat di butuhkan menjadi perpanjangan tangan DKP dalam menggenjot sektor laut dan mensejahterahterakan nelayan,” ucapnya.
Kedepan, dengan adanya masukan demikian DKP siap dilibatkan dalam hal memberikan pemahaman, pembinaan kepada nelayan, dengan harapan yang dilibatkan tersebut benar- benar nelayan dan hindari yang bisa memecahkan nelayan.
“Kita siap, kita butuh kerja sama semuanya, karena yang mengawasi laut dan perikanan bukan DKP saja. Kemudian dilibatkan juga pengusaha/bos nelayan, sehingga tidak ada yang merugikan dan dirugikan nantinya,” tutupnya. (zu)











