
Tanjungpinang, mejaredaksi – Ilham (25) pria asal Palembang, Sumatra Selatan ini rela jauh-jauh datang ke Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri hanya untuk menjual burung pipit.
Setiap perayaan tahun baru Imlek, Ilham memang menjadi pedagang burung pipit di Vihara Bahtra Sasana, Jalan Merdeka Kota Tanjungpinang.
Tidak main-main, keuntungan penjualan burung pipit saat Imlek di Tanjungpinang yang diterima oleh Ilham sebanyak jutaan rupiah dalam sehari.
“Iya saya dari Palembang kesini, untuk jualan burung pipit. Setiap tahun Imlek memang datang ke Tanjungpinang, dan selalu di Vihara ini,” kata Ilham, Sabtu (10/2).
Ilham mengatakan, burung pipit yang ia jual itu senilai Rp.10 ribu per ekor. Biasanya, warga Tionghoa membeli per sangkar kecil, yang berisikan lima ekor burung pipit.
Ia mengakui, sudah berjualan burung pipit di Vihara Bahtra Sasana sejak tiga hari yang lalu. Untuk per harinya, ia bisa meraup keuntungan senilai Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta lebih.
“Kemarin Rp.1 juta, karena ramai yang beli. Inikan juga tradisi saat Imlek, mereka (warga Tionghoa) beli, lalu dilepaskan kembali,” ujarnya.
Burung pipit tersebut, kata Ilham dibeli dari orang lain senilai Rp.1 ribu per ekor. Burung itu ditangkap dari sawah, maupun hutan yang ada di Palembang.
Setidaknya ada 5.000 ekor burung pipit yang ia bawa ke Tanjungpinang, untuk dijual dengan harga Rp.10 ribu per ekornya.
“Untuk tahun ini, kita jualan selama satu minggu. Saya kesini sama teman-teman yang lain, dan mereka jual burung pipit juga,” tambahnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful









