Batam,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menegaskan telah memenuhi kewajibannya dalam mendukung keberangkatan kontingen Pesparawi Nasional XIV ke Manokwari, Papua Barat.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyebut anggaran sebesar Rp1,4 miliar telah disalurkan kepada panitia kontingen sebelum keberangkatan dilaksanakan.
Pernyataan itu disampaikan Nyanyang menanggapi polemik batalnya keberangkatan Paduan Suara Wanita (PSW) Kota Tanjungpinang yang mewakili Kepri pada ajang Pesparawi Nasional.
Menurutnya, pemerintah provinsi telah melepas secara resmi kontingen Pesparawi pada 25 Juni 2026. Seluruh dukungan anggaran yang menjadi tanggung jawab Pemprov juga telah diberikan kepada panitia pelaksana.
“Itu sudah kita lepas dan sudah kita berikan kepada panitia Pesparawi tersebut. Kami juga sudah berkoordinasi,” ucapnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menegaskan, persoalan yang menyebabkan sebagian peserta gagal berangkat berada di luar kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri.
“Terkait kejadian itu di luar kemampuan kami juga, padahal sudah kami berikan Rp1,4 miliar supaya berangkat ke sana,” ujarnya.
Ia mengaku belum mengetahui secara rinci penyebab batalnya keberangkatan sejumlah peserta. Karena itu, ia meminta agar persoalan tersebut dijelaskan oleh pihak panitia yang menangani teknis keberangkatan kontingen.
Sebelumnya, Sebanyak 27 peserta kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau (Kepri) gagal mengikuti Pesparawi Nasional XIV 2026 di Monokwari, Papua Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan tiket pesawat.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, mengatakan rombongan telah menerima tiket dari panitia dan dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepri sebelum berangkat menuju Jakarta.









