
Tanjungpinang, mejaredaksi – Warga di sejumlah wilayah di Tanjungpinang, Kepri mulai mengeluhkan kekeringan dan krisis air akibat musim kemarau. Kekeringan ini menyebabkan warga mengandalkan sumur umum yang kini juga mulai kering.
Hani (53), warga Perumahan Alam Mutiara 2, Tanjungpinang Timur, mengatakan bahwa krisis air ini telah berlangsung selama satu bulan. “Memang setiap kemarau kita selalu kurang air. Ya kondisi ini sudah satu bulan lah, sejak tidak ada hujan,” ujarnya, Kamis (1/8/2024).
Kondisi ini juga dialami oleh banyak warga lainnya. Selama ini, mereka hanya mengandalkan dua sumur umum yang disediakan oleh developer perumahan, namun kini sumur-sumur tersebut juga telah mengering.
“Tapi kita saling berbagi sedikit-sedikit. Karena saat ini sumurnya sudah kering,” tambah Hani.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hani dan warga lain terpaksa menghemat penggunaan air bersih. Bahkan, mereka harus mencuci pakaian di laundry.
“Sekarang hemat-hemat, bahkan kita nyuci tidak di rumah, ya di laundry. Karena kan tidak ada air,” sebutnya.
Fathur, warga lainnya, berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah.
“Ya kita harap ada solusi dari dari Pemerintah. Sekarang kita hanya mengharapkan bantuan,” ujarnya.
Krisis air akibat musim kemarau juga terjadi di wilayah Tanjungpinang Barat. Polsek Tanjungpinang Barat sejak beberapa hari lalu mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan di wilayah setempat.
Penulis/Editor: Panca






