Tanjungpinang, mejaredaksi – Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau sepanjang 2025 belum sepenuhnya tercapai. Namun, tren kenaikan kunjungan dan strategi event pariwisata menjadi modal optimisme pemerintah daerah di tahun 2026.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang mencatat, jumlah wisman yang datang selama 2025 berada di angka sekitar 62.350 kunjungan. Capaian ini masih di bawah target 100 ribu kunjungan yang ditetapkan sebelumnya.
Kepala Disbudpar Tanjungpinang, M. Nazri, menyebut kondisi ekonomi global turut memengaruhi pergerakan wisata internasional.
“Memang masih di bawah target, kemungkinan besar dipengaruhi situasi perekonomian,” ujarnya saat menyambut wisatawan mancanegara perdana 2026 di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kamis (1/1/2026).
Meski belum menyentuh target, Nazri menegaskan terjadi pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, kunjungan wisman tercatat sebanyak 54.981 orang. Artinya, sektor pariwisata Tanjungpinang masih bergerak naik—pelan tapi pasti.
Wisatawan asing yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Kepri ini masih didominasi pelancong asal Malaysia dan Singapura. Destinasi favorit mereka antara lain wisata religi dan sejarah di Pulau Penyengat, kawasan budaya Senggarang, serta wisata alam di Sei Carang.
Untuk mendongkrak angka kunjungan di 2026, Pemko Tanjungpinang menyiapkan sejumlah agenda unggulan.
“Ke depan akan ada berbagai event, seperti Dragon Boat dan kegiatan budaya lainnya. Ini menjadi daya tarik utama,” kata Nazri.
Tak hanya wisman, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah wisnus mencapai 639.124 kunjungan, naik dibandingkan 592.637 kunjungan pada 2024.
“Kami akan terus memperkuat promosi destinasi wisata agar Tanjungpinang semakin dikenal, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.






