
Tanjungpinang, MR – Mengunjungi Kantor SAR Tanjungpinang, Selasa (14/3/2023), Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi menyebut lembaga yang dibawahinya masih kekurangan personel.
“Di sini kekurangan personel? Iya. Tapi itu menjadi tugas dan tanggungjawab Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” kata Hendri menjawab kekurangan personel yang ditempatkan di wilayah kerja Basarnas Tanjungpinang.
Menurutnya, Basarnas telah mengajukan penambahan, tetapi tidak ada kuota penambahan ASN untuk Basarnas.
“Nah ini kendalanya,” tegas Hendri.
Namun hal itu menurut dia tidak menjadi kendala bagi Basarnas dalam menjalankan tugas pencarian dan penyelamatan.
Kekurangan personel dia katakan selama ini dapat diatasi dengan melakukan pembinaan potensi SAR, baik Prakmuka, organisasi masyarakat, grup atau relawan yang bisa diajak bekerjasama.
“Termasuk di dalamnya TNI/Polri,” sebutnya.
Basarnas dia jelaskan memiliki tugas menyelamatkan jiwa.
“Kondisi membahayakan manusia, kondisi keadaan khusus, kecelakaan kapal, kecelakaan udara. Itu tugas basarnas. Termasuk di dalamnya kalau ada bencana alam. Kita diminta perbantuan, kita akan berangkat,” paparnya.
Ia menegaskan Basarnas akan tampil di depan selama ada masyarakat yang meminta bantuan pencarian dan penyelamatan.
Di Tanjungpinang, Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi bersilaturahmi dengan personel SAR.
Selain melihat kondisi perkantoran, Hendri juga mengecek kondisi alat utama untuk pencarian dan pertolongan.
“Di Kantor SAR Tanjungpinang peralatan lengkap, tetapi kurang jumlah. Misalnya alat selam, ada tapi belum memenuhi kebutuhan. Perahu karet masih berfungsi, tapi kurang jumlah,” sebutnya.
Penulis / Editor: Andri








