Kunjungi Korban Longsor Natuna, Risma: “Dampak Global Waarming Luar Biasa, Pemahaman Mitigasi Harus Diperkuat”  

Mensos RI Tri Rismaharini mengecek fasilitas pengungsi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, Jumat (10/3/2023). Risma mengatakan pentingnya mitigasi bagi warga khususnya di daerah rawan bencana. Terlebih dampak global warming yang kian terasa. (Foto: Dokumentasi Pemkab Natuna)

Natuna, MR – Mensos RI Tri Rismaharini menyatakan pentingnya mitigasi kepada warga di daerah rawan bencana terkait dampak pemanasan global (global warming).

Hal ini ditekankan Risma – sapaan mantan Walikota Surabaya ini – saat mengunjungi korban da pengungsi bencana tanah longsor Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, Jumat (10/3/2023).

“Dampak global warming luar biasa. Karena itu, kita akan ajari warga untuk memitigasi supaya tidak ada korban lagi,” pungkas Risma.

Langkah pemberian pemahaman mitigasi ini dia sebut agar warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana mengetahui harus berbuat apa ketika bencana terjadi.

“Ini menurut saya yang paling penting. Karena mungkin di sini selama ini tidak ada,” sambung Risma.

Kemensos akan melibatkan Tagana dalam memberikan pemahaman mitigasi kepada warga.

Lumbung Sosial 

Selain itu, Risma juga menyebut akan memfokuskan pembuatan lumbung sosial di daerah rawan bencana.

Lumbung sosial dia sebut tidak dibatasi administrasi, tapi batas geografis.

“Kalau lokasinya sulit dijangkau, bisa dibantu lumbung sosial lengkap. Ada makanan, ada pakaian, pampers, dan genset,” jelasnya.

Baca juga: https://mejaredaksi.co.id/jumlah-pengungsi-bencana-longsor-natuna-bertambah/

Risma menyatakan lumbung sosial akan dikhususkan bagi warga Serasan.

“Tadinya saya melihatnya per pulau. Tapi kalau lihat ini, Serasan juga harus dapat, seperti saya membangun di Luwu. Daerah terpencil juga harus disiapin,” tutupnya.

 

Penulis/Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *