Batam, mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura resmi membuka Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 di One Batam Mall, Rabu (4/3/2026). Agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini tak sekadar festival Ramadan, tetapi menjadi panggung strategis memperkuat ekonomi dan keuangan syariah daerah.
Dalam sambutannya, Nyanyang menegaskan KURMA merupakan ruang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menopang pariwisata halal dan budaya lokal.
“Event ini bukan hanya menyemarakkan Ramadan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta produk UMKM yang menunjang sektor pariwisata halal di Kepri,” ujarnya.
Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga KURMA, hasil sinergi antara Pemprov Kepri, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Tak hanya menghadirkan festival kuliner UMKM, KURMA 2026 juga diramaikan lomba Ramadan, edukasi keuangan syariah, layanan publik untuk pelaku usaha, hingga Gerakan Pangan Murah. Konsep ini dirancang agar dampaknya terasa langsung bagi masyarakat.
Capaian ekonomi Kepri turut menjadi sorotan. Pertumbuhan ekonomi year on year 2025 tercatat 7,89 persen, naik dari 5,14 persen pada 2024. Pemerintah menilai geliat UMKM melalui berbagai event, termasuk KURMA, ikut berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.
Nyanyang pun mengajak masyarakat Batam dan Kepri untuk konsisten mendukung produk lokal dan memanfaatkan platform pemasaran digital agar UMKM makin tangguh.
“Kolaborasi ini telah menjadi energi penggerak kemajuan Kepri,” katanya optimistis.
Dengan semangat gotong royong, KURMA 2026 diharapkan tak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan lokomotif penguatan ekonomi masyarakat selama Ramadan dan seterusnya.







