Produksi Cabai Kepri Baru 19 Persen, Wagub Dorong Gerakan Tanam Cabai Lokal

Kepri, Pemerintahan532 Dilihat

Batam, mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri penanaman perdana bibit cabai hijau dan cabai merah di kawasan Pantai Halona, Galang Baru, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya langkah serius untuk menekan ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah.

Aksi tanam cabai tersebut diinisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah kepulauan.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri memandang sektor pertanian sebagai salah satu kunci penting dalam menopang ekonomi daerah dan menekan inflasi pangan.

“Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada pasokan luar. Kita harus memperkuat produksi lokal, termasuk komoditas strategis seperti cabai,” ujar Nyanyang.

Produksi Cabai Kepri Masih Jauh dari Kebutuhan

Nyanyang memaparkan bahwa berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025, kemampuan produksi cabai di Kepri masih belum sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat.

Untuk cabai besar, produksi lokal baru mencapai 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 12.074 ton per tahun. Artinya, Kepri baru mampu memenuhi sekitar 37,38 persen kebutuhan cabai besar.

Sementara itu, kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada cabai rawit. Dari kebutuhan 7.236 ton per tahun, produksi lokal hanya 1.488 ton per tahun, atau sekitar 19,34 persen dari total kebutuhan.

“Ini tantangan, tapi juga peluang. Kalau kita serius menggarap pertanian, peluang pasarnya sudah jelas,” jelasnya.

Menghadapi keterbatasan lahan dan dampak perubahan iklim, Nyanyang mendorong penerapan pertanian modern melalui mekanisasi, digitalisasi pertanian, hingga pengembangan urban farming yang dinilai cocok diterapkan di wilayah perkotaan dan kepulauan.

Ia juga menyebut Pemprov Kepri terus menjalankan berbagai program pendukung seperti pengembangan lahan kering, diversifikasi tanaman, serta penguatan kemitraan petani secara berkelanjutan.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Kalau petani kuat, masyarakat tidak perlu was-was soal harga cabai naik tiap musim,” katanya—dengan nada serius tapi menohok realita dapur.

Dorong Petani Lebih Mandiri dan Berdaya Saing

Menurut Nyanyang, kegiatan penanaman cabai ini sejalan dengan visi HKTI dalam mendorong petani yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui pertanian berkelanjutan.

Ia berharap penanaman perdana ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi mampu menjadi pemicu gerakan pertanian yang lebih luas di Kepulauan Riau.

“Semoga panennya melimpah, petaninya sejahtera, dan masyarakat tidak lagi ‘pedas’ karena harga cabai,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepri, pengurus serta anggota DPD HKTI Kepri, dan tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *