Tanjungpinang, mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau yang digelar di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (13/12/2025).
Konferensi ini mengangkat tema strategis “Teknologi Artificial Intelligence (AI): Ancaman atau Peluang”, sejalan dengan dinamika dan tantangan media siber di era digital.
Konferwil AMSI Kepri dihadiri perwakilan AMSI Pusat, Anggota Bidang Organisasi AMSI Fakhrurrozi Baidi, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, akademisi FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Andri Ilham, Penggurus dan seluruh anggota AMSI se-Kepulauan Riau.
Koordinator Wilayah AMSI Sumatera, M. Zuhri, menegaskan bahwa kehadiran AMSI merupakan hasil kesadaran kolektif insan pers terhadap perubahan besar dalam ekosistem media.
Sejak dideklarasikan pada 18 April 2017, AMSI kini menaungi sekitar 700 perusahaan media siber nasional, dengan sekitar 200 media berada di wilayah Sumatera.
Menurut Zuhri, teknologi artificial intelligence telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengelolaan media, mulai dari analisis data, pemetaan tren, hingga distribusi konten. Namun, ia menegaskan AI tidak dapat menggantikan peran jurnalis.
“Media tetap menjadi pilar demokrasi yang bertumpu pada verifikasi, etika, dan tanggung jawab manusia. AI adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis,” tegasnya.
Sementara itu, Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi peran AMSI dalam mendorong profesionalisme media, tata kelola redaksi yang sehat, serta penguatan literasi digital.
Di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi teknologi, AMSI dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus menangkal misinformasi dan hoaks.
“Media adalah mitra strategis pemerintah. Bukan hanya penyampai berita, tetapi juga watchdog kebijakan publik, ruang edukasi, dan pendorong diskursus demokratis,” ujar Nyanyang.
Ia berharap Konferwil II AMSI Kepri dapat memperkuat konsolidasi organisasi, melahirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan media siber, serta mendorong pemanfaatan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab.
Kolaborasi antara media, pemerintah, akademisi, dan industri juga dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Kepulauan Riau.
Menutup sambutannya, Nyanyang mengajak AMSI untuk terus menjadi mitra pemerintah yang kritis, objektif, dan berimbang demi menghadirkan informasi yang mencerdaskan serta mempersatukan masyarakat.






