Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan mengevaluasi pengawasan distribusi Minyakita setelah produk minyak goreng bersubsidi itu masih ditemukan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Kepri sekaligus Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan penjualan Minyakita melampaui HET yang telah ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Pernyataan itu disampaikan menyusul temuan harga Minyakita yang mencapai Rp18 ribu per liter di sejumlah pedagang.
“Kita akan evaluasi. Nanti saya bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Kita akan mengawal kenapa bisa harga sampai Rp18 ribu, sedangkan logistik sudah disesuaikan dengan harga eceran tertinggi,” kata Nyanyang, Rabu (05/8/2026).
Selain mengevaluasi pengawasan di lapangan, Pemprov Kepri juga akan menelusuri rantai distribusi Minyakita untuk mengetahui penyebab harga bisa melampaui ketentuan pemerintah.
Menurutnya, seluruh komponen biaya, mulai dari distribusi hingga margin keuntungan pedagang, seharusnya masih berada dalam batas yang membuat harga tetap sesuai HET.
“Sesegera mungkin kita akan awasi karena harga eceran tertinggi yang harus kita ikuti tidak boleh lebih dari Rp15.700. Kita bisa menghitung biaya logistik dan keuntungan yang wajar. Kami tegaskan tidak boleh ada yang menjual di atas HET,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengakui Kepri masih bergantung pada pasokan Minyakita dari luar daerah, termasuk Batam.
Untuk menjaga ketersediaan barang di pasaran, pemerintah berencana mengusulkan penambahan kuota distribusi agar pasokan lebih seimbang dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita akan meminta kuota kembali untuk lebih banyak lagi karena melihat supply dan demand yang ada,” katanya.
Sebagai Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang juga mendorong produsen meningkatkan volume produksi Minyakita agar pasokan tetap terjaga dan gejolak harga dapat ditekan.
“Saya mendorong penuh produktivitas produsen agar lebih banyak lagi memproduksi Minyakita. Dengan pasokan yang cukup, harga di pasar juga diharapkan kembali sesuai ketentuan,” tutupnya.






