Menteri PPPA: Permainan Tradisional Jadi Solusi Hadapi Tantangan Media Sosial

Tanjungpinang, mejaredaksi – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, mendorong masyarakat kembali mengenalkan permainan tradisional kepada anak upaya menghadapi dampak media sosial.

Menurutnya, permainan tradisional menajdi solusi yang sehat dibandingkan membiatkan anak menghabiskan waktu dengan media sosial.

“Kita tidak bisa hanya melarang anak bermain media sosial, tetapi harus memberikan solusinya. Solusinya adalah permainan tradisional,” sebutnya, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, inisiatif Hari Anak Nasional (HAN) ke- 42 tahun 2026 sebagai respon atas tantangan perkembangan teknologi digital yang mempengarihi kehidupan anak.

“Permainan tradisional membentuk karakter anak, mengajarkan antre, tidak boleh curang, dan saling menghargai,” katanya.

Tak hanya itu, permainan tradisional juga dinilai mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila secara alami tanpa membedakan latar belakang anak.

“Di permainan tradisional tidak ada anak ditanya agamanya apa. Mereka bermain bersama dan belajar menghargai satu sama lain,” ucapnya.

Selain memperkuat karakter, permainan tradisional dinilai mampu melatih kreativitas, kemampuan bersosialisasi, serta membangun kebersamaan yang mulai berkurang akibat tingginya penggunaan perangkat digital.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kementerian PPPA juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, termasuk pameran robotik karya anak-anak sebagai ruang menyalurkan inovasi dan bakat generasi muda.

“Anak-anak memiliki kreativitas yang luar biasa. Tugas kita adalah memberikan ruang agar potensi itu terus berkembang,” tutupnya.