Natuna, Mejaredaksi – Pemerintah terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Di Kabupaten Natuna, sebanyak 57 koperasi ditargetkan berdiri dan saat ini sebagian besar sudah memasuki tahap pembangunan.
Untuk memastikan progresnya berjalan sesuai rencana, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, turun langsung meninjau lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Rabu (1/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut,ia didampingi Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Selatan, Bhabinkamtibmas serta intansi terkait.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan pembangunan koperasi yang nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Berdasarkan data yang diterima, Kabupaten Natuna ditargetkan memiliki 57 Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan.
Hingga saat ini, sebanyak 34 koperasi masih dalam proses pembangunan dan persiapan operasional, sementara satu koperasi telah berdiri. Ia mengatakan program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kelembagaan koperasi yang dikelola secara profesional.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan,” ucapnya.
Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, hingga membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi yang ada di daerah.
Ia menambahkan, desa-desa di Natuna memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan lembaga ekonomi yang kuat agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Karena itu, Pemprov Kepri bersama Pemkab Natuna terus mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi desa yang berbasis potensi lokal.
“Kami ingin koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Bukan hanya berdiri secara administrasi, tetapi aktif menjalankan usaha yang memberi manfaat bagi warga desa,” tutupnya.












