
Tanjungpinang, mejaredaksi – PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Kepulauan Riau melakukan simulasi tanggap darurat, untuk para pegawainya.
Simulasi yang digelar di Kantor PLN UPDK Kepri, di kilometer 14 Tanjungpinang ini melibatkan kepolisian, Basarnas dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat.
Manager PLN UPDK Kepri, Andi Taufik Saputra mengatakan, simulasi seperti ini memang perlu dilakukan setiap tahunnya. Sebab, menurutnya bencana terjadi tidak mengenal waktu dan tempat.
“Meskipun tidak pernah mengalami kejadian itu, tapi kami selalu melakukan simulasi setiap tahun,” ujar Andi, Kamis (14/12).
Sejauh ini, kata Andi di Kantor PLN UPDK Kepri sendiri belum terjadi kondisi huru-hara. Kendati demikian, simulasi ini diharapkan mampu menambah pengetahuan para pegawainya.
“Ini kita lakukan setiap tahunnya. Harapnya pegawai sudah siap menangani kondisi huru hara, baik kebakaran, limpahan B3 maupun kerusuhan,” ungkapnya.
Simulasi tanggap darurat tersebut, berawal dengan adanya aksi demonstrasi masyarakat, yang memprotes adanya pemadaman listrik bergilir.
Sehingga, kata Andi tim yang sudah dibentuk sebelumnya akan menghandle para pendemo di Kantor PLN UPDK Kepri.
“Baik handel pendemo, maupun pencemaran limbah B3. Kita juga lakukan simulasi dengan berkoodinasi dengan Damkar dan Sar. Jika kita tidak bisa menghandle korban,” kata Andi.
Selain itu, kepolisian juga memberikan sosialisasi tentang menangani radikalisme yang bisa saja terjadi di Kantor PLN UPDK Kepri.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful









