Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai memperkuat digitalisasi pajak dan retribusi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Riau Kepri Syariah di Kantor BRKS Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026).
Sekretaris Daerah,Zulhidayat mengatakan digitalisasi pendapatan daerah menjadi kebutuhan penting di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut peningkatan penerimaan secara optimal.
“Potensi PAD sebenarnya ada, tapi diduga masih ada sedikit kebocoran. Solusinya digitalisasi pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi transaksi daerah bukan sekadar menjalankan mandat pemerintah pusat, tetapi juga harus mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan PAD.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil meningkatkan pendapatan setelah menerapkan sistem pembayaran digital secara menyeluruh.
“Yang dilakukan daerah tersebut digitalisasi pendapatan. Jadi TP2DD ini jangan hanya sekadar mandat, tapi benar-benar mendorong peningkatan PAD,” katanya.
Selain memperkuat sistem pembayaran non-tunai, Pemko Tanjungpinang juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan mobile banking dan QRIS untuk pembayaran pajak maupun retribusi daerah.
Sementara itu, Branch Manager Bank Riau Kepri Syariah Tanjungpinang, Baharudin mengatakan digitalisasi transaksi daerah sebenarnya sudah berjalan meski implementasinya belum optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Pemko Tanjungpinang bersama BRKS turut mengevaluasi pelaksanaan digitalisasi pajak dan retribusi sekaligus menyusun roadmap TP2DD 2026–2030 untuk mempercepat penerapan transaksi non-tunai di seluruh perangkat daerah.












