
Bintan, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau menargetkan 307.170 anak usia dini 0-7 tahun mendapatkan vaksin polio dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Kegiatan ini dicanangkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Kijang, Kabupaten Bintan, pada Jumat (26/7/2024).
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menekankan bahwa polio adalah penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan. Oleh karena itu, semua anak usia dini di Kepri harus mendapatkan imunisasi polio secara masif untuk mencegah penularan.
“Cakupan imunisasi saat PIN Polio ini harus tinggi, minimal 95 persen, dan merata di seluruh wilayah di Provinsi Kepri untuk mewujudkan Kekebalan Komunitas (Herd Immunity) terhadap penyakit polio,” ujar Ansar.
Ansar juga meminta kepada pemerintah kota dan kabupaten di Kepri untuk mencapai target jumlah anak yang akan diberikan vaksin polio.
“Saya minta Dinkes Provinsi Kepri untuk mengawal, mengontrol, dan melaporkan secara berkala,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Mohamad Bisri, mengungkapkan bahwa target sasaran vaksin polio di Provinsi Kepri sebanyak 307.107 anak usia 0-7 tahun.
Kabupaten Bintan, targetnya adalah 22.653 anak, Karimun 36.571 anak, Natuna 12.387 anak, Lingga 13.138 anak, Anambas 7.264 anak. Kemudian Kota Batam 184.804 anak, dan di Tanjungpinang 30.353 anak.
“Sampai Kamis kemarin, total anak di Kepri yang sudah divaksin polio sebanyak 112.791 anak. Target gelombang pertama sampai 31 Juli,” ungkap Bisri.
Bisri juga menjelaskan bahwa Pemprov Kepri akan melakukan sweeping terhadap anak yang belum divaksin polio. Vaksin polio juga tersedia di Puskesmas terdekat, sehingga orang tua bisa membawa anaknya kapan saja.
“Jadi kalau bisa jangan ada kejar-kejaran. Vaksin polio ini tersedia kapan pun di Puskesmas, jadi anak yang belum divaksin dapat datang ke sana,” jelasnya.
Penulis/Editor: Andri












