
Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang saat ini masih menghadapi kendala dalam pengadaan seragam gratis untuk peserta didik baru tingkat SD dan SMP tahun 2024.
Hingga kini, proses penjahitan seragam belum dimulai karena Disdik masih mencari penyedia jasa yang mampu menangani produksi ribuan seragam tersebut.
Kepala Bidang SMP Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, mengungkapkan, pada tahun 2024, Disdik Tanjungpinang hanya akan menyediakan dua jenis seragam gratis: baju batik dan baju OSIS atau baju olahraga.
“Kami memastikan baju batik akan tersedia, sementara jenis baju kedua, apakah OSIS atau olahraga, masih dalam pertimbangan. Kami perlu menghitung anggaran dengan cermat karena harga seragam dapat bervariasi.” ujar Novi. Jumat (6/9/2024).
Pengadaan seragam ini dialokasikan dengan anggaran sebesar Rp2,1 miliar, lebih kecil dari rencana awal yang mencapai Rp3,7 miliar.
Sebanyak 3.058 pelajar SMP negeri dan 2.460 pelajar SD negeri akan menerima dua jenis seragam gratis tersebut.
Selain itu, 510 pelajar SMP swasta dan 462 pelajar SD swasta juga akan mendapatkan seragam, meskipun pemberian seragam gratis untuk sekolah swasta belum bisa dipastikan.
“Untuk pelajar swasta, kami akan melihat sisa anggaran setelah memenuhi kebutuhan sekolah negeri. Jika memungkinkan, mereka juga akan mendapatkan dua jenis seragam. Namun, prioritas utama adalah sekolah negeri,” jelas Novi.
Novi menambahkan. Disdik Tanjungpinang berencana melibatkan satu penyedia lokal untuk menjahit seragam gratis.
“Kami berharap hanya ada satu penyedia untuk mempermudah proses. Kami akan memastikan bahwa penyedia tersebut mampu memenuhi kebutuhan, dan kami akan memulai proses penjahitan secepat mungkin.” pungkasnya.
Sebelumnya, pengadaan seragam gratis sempat terancam batal karena defisit anggaran di Pemko Tanjungpinang.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






