
Tanjungpinang, MR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang hentikan penyelidikan dan penyidikan kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor Zulkifli di Jalan Peralatan, Kilometer 7, tepatnya jalan masuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (9/2/2022) lalu, yang melibatkan antara Mobil Dinas Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah.
Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP I Made Putra Hari Suargana menjelaskan berdasarkan penyidikan, olah TKP dan gelar perkara ditemukan fakta bahwa terhadap sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal terlebih dahulu dan terjatuh ke jalur kanan.
“Jadi disimpulkan pengemudi atau sopir Mobil Dinas Wawako Tanjungpinang tidak ditemukan unsur kesengajaan. Sehingga perkaranya sudah dihentikan,: ujar AKP I Made Putra Hari, Senin (14/3/2022).
Dijelaskannya, fakta tersebut dapat dikatakan ditemukan unsur kelalaian oleh kroban Zulkifli yang mengalami kecelakaan tunggal dahulu. Ketika korban Zulkifli terjatuh hingga ke jalur sebelah kanan, melintas dari arah yang berlawanan Mobil Dinas bernomor polisi BP 2 T sehingga terjadi benturan.
“Dari gelar perkara sepakat dilakukan penghentian penyidikan demi hukum (SP3),” pungkasnya.
Sementara itu, terpisah Dimas kakak dari almarhum Zulkifli mengaku tidak menyangka adiknya itu menjadi korban kecelakaan hingga meninggal dunia.
“Kebetulan saya menelpon adik saya saat kejadian, dan yang mengangkat telepon adalah polisi. Disampaikan bahwa adik saya atas nama Zulkifli sedang di rumah sakit mengalami kecelakaan,” kata Dimas.
Kemudian Dimas langsung menuju RSUP Raja Ahmad Tabib. Setibanya di rumah sakit Dimas dikabari bahwa adiknya telah meninggal dunia.
“Tiba di rumah sakit, adik saya sudah dinyatakan telah tiada. Saya melihat ada luka-luka di bagian badannya dan darah terus keluar dari telinga adik saya. Pendarahan di bagian kepala itu yang berat,” kata Dimas.
Setelah itu, lanjut Dimas, ia memberanikan diri untuk menghubungi istri korban dan menyampaikan kejadian tersebut. Kemudian tidak lama, keluarga yang berada di Kelong, Kabupaten Bintan juga berdatangan ke rumah sakit setelah saya memberikan kabar duka.
“Atas kejadian ini, keluarga sudah ikhlas dengan kepergian almarhum Zulkifli. Kami keluarga tidak menuntut apa-apa, tapi kami ingin mengetahui kebenaran sesungguhnya saja,” ujarnya.
Karena setelah kejadian yang juga melibatkan Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut, kata Dimas, keluarga mendapatkan berbagai informasi simpang siur di Media Sosial.
“Jadi saya mewakili keluarga menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian atas kasus tersebut,” tandasnya. Bar






