Tanjungpinang, mejaredaksi – Kebakaran lahan kembali menghantui kawasan permukiman di Kota Tanjungpinang. Sekitar lima hektare lahan kosong di Jalan Daeng Kamboja dilalap api pada Kamis (29/1/2026) siang, dan nyaris merambat ke rumah warga akibat tiupan angin kencang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kepulan asap tebal yang tiba-tiba muncul dari lahan kosong di belakang rumah membuat warga sekitar panik. Salah satunya Lina, yang mengaku sempat bersiap melakukan evakuasi mandiri.
“Cepat sekali apinya membesar. Karena angin, semak dan pohon langsung terbakar. Saya sudah siap-siap koper, takut api masuk ke dapur,” ujar Lina di lokasi kejadian.
Api yang awalnya berada cukup jauh dari rumah warga, dengan cepat merembet mendekati permukiman. Kondisi tersebut memaksa warga mengamankan dokumen penting, uang, dan pakaian, sembari menunggu petugas pemadam tiba di lokasi.
Kepala Seksi Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Derry Ambari, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan dua armada pemadam untuk mengendalikan api. Proses pemadaman berlangsung beberapa jam.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Petugas menghadapi medan yang sulit dijangkau, serta minimnya sumber air karena belum tersedianya hidran di kawasan tersebut.
“Kami minta bantuan BPBD Kota Tanjungpinang dan BPBD Provinsi Kepri untuk suplai air,” jelas Derry.
Berdasarkan temuan awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah. Percikan api yang terbawa angin kemudian menyambar lahan kering dan meluas dengan cepat.
Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kering dan kawasan dekat permukiman, guna mencegah kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.






