Polisi Amankan Dua Truk Kontainer Berisi 1.200 Karung Pakaian Bekas dari Singapura

Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Tabana Bangun dan Kepala Bea Cukai Kota Batam, Ambang Priyonggo saat menunjukkan truk kontainer berisikan karung-karung pakaian bekas konfrensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (15/2/2023). (Foto: Humas Polda Kepri)

Tanjungpinang, MR – Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan dua truk kontainer yang berisi 1.200 karung pakaian bekas dan campuran barang bekas lainnya di Kota Batam.

Selain barang bekas pakaian, juga ditemukan barang bekas seperti sepatu, mainan dan tas dari Singapura. Ribuan karung tersebut ditafsir bernilai hampir Rp 1 miliar.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Tabana Bangun mengatakan kasus tentang pengimporan barang bekas yang berasal dari luar negeri ini berhasil diungkap oleh tiim Subdit I Ditreskrimsus Polda Kepri.

“Berawal dari informasi masyarakat tentang adanya impor barang bekas dari Singapura, kemudian tim Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan dua truk kontainer,” ungkap Irjen Pol. Drs. Tabana Bangun saat konfrensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (15/2/2023).

Dari hasil penindakan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 1200 karung yang berisi barang-barang bekas yang akan dijual ke customer yang ada di Kota Batam.

“Kita masih melakukan mengembangkan perkara ini untuk menemukan calon tersangka dan apakah masih ada indikasi atau jaringan-jaringan lain yang melakukan praktek impor barang bekas yang dilarang di Batam,” ujar Irjen Pol. Drs. Tabana Bangun.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kota Batam, Ambang Priyonggo menyampaikan bahwa pihaknya mengucapkan terima dan sangat mendukung atas pengungkapan kasus impor barang bekas oleh Polda Kepri sebagaimana sinegritas yang dibangun selama ini.

Dijelaskannya, bahwa pemerintah melarang impor pakaian bekas dengan alasan melindungi kepentingan umum, keamanan, keselamatan, Kesehatan, dan lingkungan.

“Ketika pakaian bekas masuk, harganya pasti sangat murah yang mengakibatkan produk-produk dalam negeri kalah bersaing dan bahkan mematikan industri garmen dengan dampak mengakibatkan terganggunya sendi-sendi perekonomian negara,” pungkasnya.

Penulis : Bagas

Editor : Rico Barino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *