Proyek Penanggulangan Banjir di Tanjungpinang Menuai Protes Warga

Lokasi proyek Penanggulangan Banjir di Jalan Sri Katon Tanjungpinang. Foto; Ismail

Tanjungpinang, mejaredaksi – Proyek pembangunan penanggulangan banjir di Jalan Sri Katon, Kota Tanjungpinang, Kepri, menuai protes dari warga sekitar.

Polusi udara berupa debu yang dihasilkan dari proyek ini menjadi keluhan utama, bahkan menyebabkan usaha kuliner milik warga terpaksa tutup.

Selain itu, proyek tersebut juga menyebabkan keretakan pada rumah-rumah warga akibat hentakan tiang pancang beton.

Hingga kini, pihak kontraktor belum memberikan solusi yang memadai terkait masalah ini.

Indra, Humas proyek di Jalan Sri Katon, mengatakan bahwa pihaknya telah menginformasikan proyek ini kepada masyarakat sebelum dimulai. Namun, ia mengakui bahwa solusi terhadap keluhan warga belum ada, termasuk kepastian kompensasi.

“Kalau kompensasi, anggaran tidak ada. Ini kan proyek pemerintah, untuk kepentingan masyarakat. Paling, solusinya disiram setiap jam agar tidak berdebu,” jelas Indra, Jumat (2/8/2024).

Terkait kerusakan rumah warga, Indra menyebutkan bahwa rumah yang retak akan diperbaiki, namun pengecekan masih berlangsung.

“Kalau memang terdampak (rumah retak) akan kami tanggapi. Sudah ada satu, tapi kita masih melakukan pengecekan,” tambahnya.

Sulasmi, warga Kampung Sidodadi Jalan Sri Katon, menyatakan bahwa dinding rumahnya mengalami retak sejak adanya pekerjaan tiang beton di proyek tersebut.

Ia berharap pihak proyek bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

“Kita kumpul uang sedikit untuk bangun rumah, belum selesai sudah retak,” keluh Sulasmi.

Proyek pembangunan pengendalian banjir Sri Katon ini menghabiskan anggaran sebesar Rp37.190.160.000 dan dikerjakan oleh kontraktor PT Bangun Cipta-Nurfita Karya, KSO, serta konsultan supervisi PT Globetek Glory Konsultan.

Penulis: Ismail

Editor: Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *