Tanjungpinang, mejaredaksi – Pulau Penyengat kembali menunjukkan pesonanya, bukan hanya sebagai pusat sejarah Melayu, tetapi juga ruang ekspresi masyarakat melalui festival karaoke lagu Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar, Sabtu (28/3/2026).
Sebanyak 31 peserta ambil bagian dalam lomba yang berlangsung meriah tersebut. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terasa kental, mulai dari sorak penonton hingga penampilan penuh percaya diri para peserta di atas panggung.
Kehadiran Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura semakin menambah semarak acara.
Selain menyaksikan perlombaan, keduanya juga memanfaatkan momentum ini untuk bersilaturahmi langsung dengan warga dalam suasana Lebaran yang hangat.
Menurut Ansar, festival ini bukan sekadar hiburan musiman. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat. Bahkan, pemerintah daerah berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan.
“Ini bukan hanya lomba, tapi juga cara kita merawat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, perhatian terhadap nilai sejarah Pulau Penyengat juga terus diperkuat. Ansar mengungkapkan rencana pembangunan Monumen Bahasa yang akan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan.
Monumen tersebut diharapkan menjadi simbol penting perjalanan Bahasa Indonesia yang berakar dari Pulau Penyengat, sekaligus pengingat lintas generasi akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Dengan kombinasi antara kegiatan budaya, hiburan, dan penguatan identitas sejarah, Pulau Penyengat kian diproyeksikan sebagai destinasi wisata unggulan di Kepulauan Riau.







