
Tanjungpinang, MR – Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) masuk 500 besar Desa Wisata, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, melalui video diunggah di media sosial, Sabtu (18/3/2023).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengucap rasa syukur.
“Alhamdulillah, setelah melewati proses kurasi dan penilaian dari dewan juri, Penyengat berhasil lolos 500 desa wisata dari 4.573 desa wisata yang mendaftar di ADWI 2023,” ucap Nazri.
Untuk meraih penilaian ke tahap selanjutnya, kata Nazri, pihaknya telah menggandeng dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pokdarwis, pengelola destinasi wisata, pengiat pariwisata, masyarakat, organisasi seperti PHRI dan Asita, hingga Perguruan Tinggi dan akademisi pariwisata.
Dengan capaian ini tentunya menjadi semangat bagi kita semua untuk terus kreatif, berinovasi, dan berbenah membangun pariwisata berkelanjutan di kota Tanjungpinang.
“Untuk mencapai penilaian terbaik, kami membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak. Mohon doa masyarakat agar Penyengat terus melaju ke tahap 50 besar dan menjadi desa wisata terbaik di Indonesia,” harap Nazri.
Sebelumnya, Kemenparekraf) RI telah memberikan penghargaan untuk Pulau Penyengat sebagai desa wisata binaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Piagam penghargaan ditandatangani Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno, 31 Januari 2023 lalu.
Nazri menuturkan, ada lima kriteria penilaian yang harus dipenuhi Penyengat agar terpilih menjadi Desa Wisata terbaik di Indonesia.
Desa wisata harus memiliki keunikan dan keaslian daya tarik wisata berupa alam dan buatan, serta seni dan budaya.
Selanjutnya, suvenir yang dijual harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya di desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan kriya berbasis kearifan lokal.
Ada pula penilaian homestay dan toilet, digital dan kreatif, serta kelembagaan desa wisata dan CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability).
“Penilaian diperkirakan mulai Juni mendatang. Untuk persiapan sudah kita lakukan sejak jauh hari, baik objek wisata, ekonomi kreatif, dan kelembagaannya,” ujar dia.
Untuk peserta ADWI yang dinyatakan lolos pendaftaran dan akan mengikuti proses penilaian mendapatkan apresiasi sebagai desa wisata binaan kemenparekraf.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat. Kita berharap, Penyengat memperoleh hasil penilaian yang memuaskan dan menoreh prestasi sebagai Desa Wisata Indonesia terbaik 2023,” ucap Nazri.
Penulis / Editor : Andri







