Tanjungpinang, mejaredaksi – Upaya menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat wisata edukasi nasional kian menguat seiring rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa. Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengangkat nilai sejarah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Berbeda dari destinasi wisata pada umumnya, konsep yang diusung dalam pembangunan ini menitikberatkan pada edukasi kebahasaan dan sejarah, menjadikannya unik di antara destinasi lain di Indonesia.
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI, Medrilzam, menyebut bahwa Penyengat memiliki kekuatan narasi sejarah yang tidak dimiliki banyak daerah lain, khususnya terkait perkembangan bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita mengemas sejarah menjadi pengalaman wisata yang menarik,” ungkapnya, Jumat (10/4/2024).
Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata berbasis edukasi terus meningkat. Museum dan monumen yang direncanakan di Penyengat dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut, terutama bagi pelajar, peneliti, hingga wisatawan mancanegara.
Dengan pendekatan yang tepat, kawasan ini berpotensi menjadi pusat pembelajaran terbuka tentang sejarah bahasa dan budaya Melayu.
Selain itu, dukungan event internasional dinilai akan semakin memperkuat positioning Pulau Penyengat di peta pariwisata global.
Target Mulai Pembangunan Juni
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan bahwa proyek ini akan segera memasuki tahap awal pembangunan.
Ia menyebutkan bahwa proses administrasi saat ini tengah berjalan, dengan target peletakan batu pertama dilakukan pada Juni mendatang.
“Jika semua berjalan lancar, ini akan menjadi tonggak penting bagi pengembangan wisata di Kepri,” ujarnya.
Tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, pembangunan ini juga diyakini akan memberikan efek jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Tanjungpinang.
Peningkatan kunjungan wisatawan diperkirakan akan mendorong sektor usaha kecil, transportasi, hingga ekonomi kreatif masyarakat setempat.







