Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau mengakui adanya kerusakan ribuan vial vaksin polio (IPV/Inactivated Poliovirus Vaccine) akibat kelalaian dalam proses penyimpanan. Meski demikian, Dinkes memastikan pelayanan imunisasi bagi anak-anak tidak akan terganggu karena stok pengganti sudah tiba.
Sedikitnya 2.000 vial vaksin IPV rusak setelah disimpan dengan prosedur yang tidak sesuai standar. Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri, mengatakan kesalahan itu terjadi karena staf salah membaca kode penyimpanan vaksin.
“Benar, ada kelalaian staf saat melihat kode penyimpanan. Ketahuannya setelah beberapa hari. Sudah kita tindak dan laporkan ke Kemenkes,” ujar Bisri, Jumat (7/11/2025).
Dinkes Kepri langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan meminta pengiriman vaksin pengganti. Staf yang lalai juga telah diberikan sanksi internal.
Menurut Bisri, meskipun vaksin rusak, layanan imunisasi polio tetap berjalan normal karena masih ada stok vaksin lain yang cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan ke depan.
“Stok pengganti sudah datang. Totalnya sekarang ada sekitar 5.567 vial, cukup untuk empat bulan ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bisri menegaskan, meskipun nilai kerugian belum bisa ditentukan karena vaksin berasal dari pusat, kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan dan pelatihan petugas penyimpanan vaksin.
“Kerusakan seperti ini memang bisa terjadi, tapi kami pastikan ada evaluasi menyeluruh agar tidak terulang,” tutupnya.








