
Tanjungpinang, MR – Rina gadis berusia 13 tahun ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, di bawah jemabtan kilometer 16 jalan Lintas Barat Toapaya-Bintan, Rabu (27/4/2022).
Tiga hari setelah menjadi korban diterkam buaya, tim SAR dan BPBD gabungan akhirnya menemukan jenazah pelajar kelas 5 SD kabupaten Bintan itu, selepas Magrib, sekira pukul 18.30 WIB.
Koordinator lapangan Tagana Bintan Syafi’i, mengatakan jasad jasad almarhum Rina ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB mengapung di bawah jembatan dengan posisi bagian pinggang dan kaki diatas.
“Iya korban yang diterkam buaya sudah ditemukan. Tadi sekitar pukul 18.57 WIB,” ujar Syafi’i Rabu (27/4/2022) malam.
Setelah ditemukan lanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Kepri, di Kota Tanjungpinang.
“Sudah dibawa ke RSUP RAT Kepri,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi juga membenarkan korban yang diserang buaya telah ditemukan.
“Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Riyadi, pihanya masih melakukan penelusuran di sekitar lokasi hingga besok, Kamis 28 April 2022. “Pencarian lanjutan tersebut, mencari organ tubuh korban lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, gadis (13) yang hilang diterkam buaya di perairan Jembatan 1 kilometer 16 jalan Lintas Barat Toapaya-Bintan Senin (25/4/2022), lalu sedang mencari kerang bersama kakeknya, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kejadian tersebut, juga dibenarkan Slamet Riyadi bahwa benar telah menerima informasi telah terjadi seorang korban diserang buaya di Sungai Mangrove Toapaya Jalan Lintas Barat, Kabupaten Bintan.
“Kejadian sekira pukul 14.00 WIB. Korban sedang mencari Lokan (Kerang) bersama kakeknya dan berdasarkan keterangannya korban di terkam buaya dan langsung dibawak kemuara sungai hingga saat ini korban belum ditemukan,” ujarnya. Bar












