
Tanjungpinang, mejaredaksi – Warga Kampung Sidojasa, RT04 RW 03 Kelurahan Batu 9 Tanjungpinang menyurati Dinas PUPR setempat, terkait kediaman mereka yang kerap dilanda banjir.
Surat tersebut dilayangkan oleh salah seorang warga bernama Ahmad P Sembiring, pada 12 Febuari yang lalu. Dalam surat tersebut, ia meminta kepada Dinas PUPR Tanjungpinang, untuk meninjau kondisi banjir di Kampung Sidojasa.
Sebab, kata Sembiring banjir yang terjadi di tempat tinggalnya diperparah dengan adanya proyek pembangunan perumahan, yang letaknya tidak jauh dari permukiman RT 04 RW 03 Kelurahan Batu 9, bahkan bersebelahan dengan lahannya.
“Karena dampak pembuangan air dari perumahan tersebut berpotensi menyebabkan banjir di lahan kami, dan permukiman warga lainnya,” ujar Sembiring, Sabtu (2/3/2024).

Sembiring menceritakan, bahwa kediamannya memang kerap jadi langganan banjir. Namun, ketinggian banjir yang terjadi sejak tiga bulan belakangan ini tidak seperti biasanya.
Ketinggian air yang membanjiri kediaman warga diperkirakan mencapai selutut orang dewasa. Bahkan, kata Sembiring kandang sapinya yang biasanya tidak banjir, sekarang menjadi kebanjiran.
“Tingginya sampai lutut sapi saya. Jadi sapi-sapi terpaksa dipindahkan ke tempat lain. Bisanya tinggi banjir tidak seperti ini,” ungkapnya.
Selain itu, Sembiring mengaku kecewa lantaran tidak diundang dalam pertemuan rapat pembahasan pembangunan Perumahan Citra Pelita 11 Kampung Sidojasa dengan pihak pemko Tanjungpinang.
Rapat yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang itu hanya melibatkan pihak perumahan, Dinas PUPR sampai Camat Batu 9, dan tidak melibatkan warga.
“Padahal kami disini menunggu jawaban surat yang kami layangkan. Kami juga ingin menyampaikan keluhan, terkait adanya pembangunan perumahan tersebut,” pungkasnya.












