Karimun, mejaredaksi – Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal speed boat yang tenggelam di Perairan Tanjung Rambut, depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Penutupan dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, M. Fathur Rachman, menyampaikan bahwa operasi SAR dihentikan sesuai prosedur setelah tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, maka Operasi SAR kecelakaan speed boat di Perairan Tanjung Balai Karimun kami nyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR Gabungan telah kembali ke pangkalan masing-masing,” ujar M. Fathur Rachman.
Kecelakaan laut tersebut bermula pada Rabu, 7 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sebuah speed boat pancung bermesin 200 PK yang membawa empat orang penumpang berangkat memancing dari kawasan Pintu Air Kolong menuju perairan depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun.
Sekitar pukul 01.00 WIB, cuaca dilaporkan memburuk dengan gelombang tinggi. Mesin kapal mengalami gangguan dan tidak dapat dihidupkan kembali hingga akhirnya speed boat terbalik dan seluruh penumpang terjatuh ke laut.
Informasi awal kejadian diterima Tim SAR pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 06.40 WIB dari Satpolairud Polres Tanjung Balai Karimun. Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Pada hari yang sama, tiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal KM Sempurna di Perairan Pulau Pandan dan dievakuasi oleh Satpolairud Polres Karimun. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Memasuki hari kedua operasi (H.2), Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di wilayah pesisir Coastal Area, sementara SRU 2 menyisir perairan sekitar Pulau Parit dengan total luas area pencarian mencapai 25 nautical mile (NM) persegi, serta berkoordinasi dengan VTS Batam dan MPA Singapura.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat, 10 Januari 2026 pukul 15.27 WIB, korban terakhir atas nama Zainudin (33) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar ±15 NM dari lokasi kejadian awal. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani Tanjung Balai Karimun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang terlibat. Sinergi yang baik menjadi kunci sehingga operasi dapat berjalan aman dan lancar,” tambah Fathur.
Operasi SAR ini melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Karimun, Satpolairud Polres Karimun, Lanal Tanjung Balai Karimun, serta dukungan masyarakat setempat.






