
Karimun, MR – Seorang wanita bernama Rusnelly diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dengan kerugian sekitar Rp 55 juta.
Dugaan tersebut muncul dari adanya unggahan video di media sosial instagram dari akun Mhd Hendra Syahputra, yang mengaku sebagai anak korban.
Menurut Hendra, ibunya menjadi korban penipuan dari seorang oknum yang mengaku sebagai kerabatnya pada tanggal 5 Juni 2023 lalu.
Korban ditelepon pelaku dan mengirimkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit.
Di video berdurasi tujuh menit tersebut Hendra menceritakan, sebelum ibunya mengirimkan uang, pelaku meminta korban menjemput temannya di kawasan Pasar Malam Karimun.
“Ibu saya seperti terkena pukau atau hipnotis saat ditelepon itu. Ia mempercayai bahwa yang menelpon tersebut merupakan kerabatnya. Sehingga ia menjemput teman kerabatnya yang meminta tolong itu di Pasar Malam. Saya tidak tau bagaimana kronologis pastinya minta tolong apa,” kata Hendra dalam video.
Hendra menyebutkan, ibunya yang sudah dalam pengaruh hipnotis tersebut kemudian menjumpai teman pelaku yang merupakan seorang wanita di Kawasan Pasar Malam Kelurahan Tanjungbalai.
Setelah menjumpai teman pelaku, kemudian ibunya kembali diajak bertemu teman lainnya yang sudah menunggu di kawasan Coastal Area.
“Menurut pengakuan ibu saya, setelah berjumpa di kawasan Coastal Area, Ia kemudian diajak untuk menuju ke kawasan ujung Coastal Area atau tidak jauh dari jembatan kuning,” sebut Hendra.
“Pelaku ada tiga orang, ibu saya mengonceng satu orang wanita dan dua lainnya mengikuti dari belakang,” jelasnya.
Pelaku Juga Pukul dan Mengancam Korban
Disebutkan Hendra, saat tiba di jalan sepi kawasan Jembatan Kuning Coastal Area, sang ibu kemudian diberhentikan dan diancam oleh pelaku.
“Diancam akan diperkosa apabila tidak mengirimkan uang yang diminta tersebut. Ibu saya dengan kondisi menangis dan tanggannya bergetar mengatakan bahwa Ia tidak memiliki uang,” jelasnya.
Karena korban menjawab seperti itu, sang ibu kemudian ditendang oleh pelaku hingga tersungkur. Dengan kondisi terdesak, korban akhirnya memenuhi permintaan pelaku tersebut.
“Ibu saya sempat pulang ke rumah dengan diiringi oleh pelaku. Saat itu, ibu saya juga sempat ingin berteriak minta tolong, namun akses untuk berbicara ke orang-orang tertutup,” ujarnya.
“Sampai dirumah ibu saya mengambil semua tabungan dan perhiasan, sementara pelaku menunggu di ATM. Sebelum mengirimkan uang tersebut, ibu menggadai semua perhiasan. Saya tidak tahu berapa kuat hipnotis tersebut, hingga sampai seperti itu,” tambahnya.
Tidak sampai disitu saja, pelaku kemudian kembali meminta uang sebesar Rp 4,5 juta untuk memperbaiki sepeda motor.
Akan tetapi, saat ingin dikirimkan uang tersebut, korban diketahui telah sadar bahwa sudah ditipu dan uang yang ada ditabungannya telah hilang.
“Pelaku sempat meminta uang lagi, namun saat mau dikirimkan, ibu saya sadar,” ujarnya.
Penulis : Putra
Editor : Rico Barino







