
Tanjungpinang, mejaredaksi – Stand street food di kawasan proyek Gurindam 12 Kota Tanjungpinang kerap menjadi incaran maling. Kondisi ini membuat resah para pedagang.
Tidak hanya barang dagangan, pelaku pencurian juga menggasak alat dagangan berupa kompor gas sampai batang besi yang terpasang di gerobak.
“Ini memang resah, sering kali terjadi bahkan sampai sekarang. Dari barang dagangan, sampai tiang-tiang gerobak pun dicuri,” kata Yuni, salah satu pedagang sekaligus Ketua RT wilayah setempat, Kamis (13/6).
Ia menambahkan, baru-baru ini sebanyak puluhan kursi milik pedagang juga raib digondol maling. Kondisi ini membuat pedagang resak, lantaran aksi maling yang merajalela.
“Baru-baru ini pedagang kehilangan kursi, malingnya masih meraja lela. Saya harap polisi segera tanggap,” tambahnya.
Yuni pun mengaku heran, terkait waktu maling-maling tersebut beraksi. Sebab, kebanyakan pedagang selesai berjualan pada pukul 03.00 WIB dinihari.
“Kita tutup saja jam 1, paling lambat jam 3. Kira-kira malingnya bergerak pagi hari, atau siang hari waktu kita belum berjualan,” tuturnya
Yuni bersama pedagang lainnya, juga sudah melaporkan kejadian ini ke Kantor Kepolisian terdekat. Ia harap, maling yang meresahkan tersebut segera tertangkap.
“Kita sedang mau buat kesepakatan, mau bikin ronda bergilir. Tapi akan kita bahas dulu,” sebutnya.
Sementara itu, Santi pedagang lain mengaku terpaksa waspada, terkait kejadian pencuri tersebut. Sebab, maling pernah mencuri barang dagangan miliknya sampai licin.
“Sampai licin dagangan saya, habis. Jadi sekarang saya was-was,. Harus pulang jam 3 pagi, sambil jaga gerobak,” tutupnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful












