
Tanjungpinang, mejaredaksi – Maimunah (70), seorang pensiunan guru di Tanjungpinang, baru-baru ini mengalami kejadian perampokan tragis di rumahnya yang berlokasi di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Gang Pulau Pandan.
Rumahnya menjadi sasaran perampokan, yang menyebabkan Maimunah terluka parah dan harus dirawat di rumah sakit.
Suami Maimunah, Jaya (73), menceritakan kejadian tersebut dengan penuh kesedihan. Saat kejadian, Maimunah sedang sendirian di rumah karena Jaya sedang melaksanakan salat di masjid sekitar rumahnya.
“Setelah saya pulang, saya melihat pintu rumah terbuka sedikit. Saya pikir mungkin ada tamu, tapi saya sangat terkejut ketika menemukan istri saya terbaring tidak sadarkan diri di belakang pintu dengan mulut berdarah,” ungkap Jaya, Selasa (27/8/2024).
Jaya menjelaskan bahwa Maimunah sempat membuka pintu untuk seorang pria muda yang berpura-pura sebagai tamu.
“Istri saya saat itu sedang mencuci pakaian. Ketika dia membuka pintu, pelaku langsung menyerangnya dengan pukulan yang keras. Maimunah tidak sempat bertanya atau melawan,” jelas Jaya.
Pukulan yang diterima Maimunah bukan hanya sekali, terlihat wajahnya mengalami memar di bagian mata, pipi, dan mulut.
“Istri tidak ada lawan, hanya pasrah. Karena dia struk juga kan. Ngomongnya juga terbata-bata, jadi tidak perlu di pukul seperti itu,” tegasnya.
Pelaku tidak hanya menganiaya Maimunah tetapi juga mengambil beberapa barang berharga, termasuk gelang dan cincin emas, satu unit handphone, serta uang receh yang ada di rumah.
“Maimunah sempat melihat pelaku mengenakan kemeja putih dengan lengan dilipat. Usianya mungkin sekitar 30 tahun,” ujar Jaya.
Berita terkait: Satreskrim Polresta Tanjungpinang Buru Pelaku Perampokan yang Aniaya Pensiunan Guru
Jaya berharap pelaku dapat segera ditangkap dan mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima tamu yang tidak dikenal.
“Saat ini, meskipun kondisi ibu sudah membaik, dia masih mengalami demam dan trauma. Kami berharap pelaku cepat tertangkap agar tidak ada lagi korban lain,” pungkasnya.
Penulis: Ismail | Editor: Panca






