Hukrim

Tak Ada Toleransi, Oknum Satpol PP Tanjungpinang yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu Bakal Dipecat

Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Hasan (M.Ismail)

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bakal memberikan hukuman tegas kepada Yudi Wahyudi (37), oknum ASN Satpol PP setempat yang tersandung kasus narkoba.

Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Hasan mengatakan, ia telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Nantinya, kata dia oknum ASN itu akan diberhentikan.

Menurut Hasan, tidak ada toleransi lagi bagi ASN yang terjerat kasus narkoba. Sebagai ASN, tentunya perlu menjadi contoh yang baik kepada masyarakat luas.

“Saya sudah berkoordinasi dengan satpol PP kalau memang nanti ya diberhentikan, itukan sudah melanggar hukum,” ujar Hasan, Senin (1/4).

Hasan menuturkan, pencegahan penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan Pemko Tanjungpinang dapat dilakukan dengan tes urine terhadap seluruh ASN.

Sehingga, Pemko Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan BNN Kota Tanjungpinang untuk melakukan tes urine.

“Tes urine tidak usah bilang-bilang kita ingin memastikan.Termasuk saya nanti tes urine,” tambahnya.

Hasan juga mengaku heran, lantaran masih ada ASN yang nyambi jadi pengedar sabu. Padahal, ASN telah memiliki gaji dan tunjangan.

“Saya masih bingung juga, masih juga memakai dan mengedar,” tutup Hasan.

Yudi Wahyudi alias YW ditangkap bersama dengan rekannya Toni Sudarmono (40), di sebuah rumah Jalan Brigjen Katamso Tanjungpinang, Minggu (24/3) kemarin.

“Benar, kedua pelaku kita amankan di sebuah rumah Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenangan Tanjung Unggat,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang, Kompol Arsyad Riyandi, Jumat (29/3).

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan empat paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,4 gram milik tersangka YW.

“Kemudian tiga butir ekstasi seberat 1,57 gram, timbangan digital, gunting, satu bundel plastik bening, hingga satu unit motor metik beat,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, YW mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan di dalam rumah Jalan Brigjen Katamso tersebut memang miliknya.

“Barang bukti yang ditemukan di rumah tersebut diakui kepemilikannya oleh YW,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Ismail
Editor: Syaiful

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close