Jakarta, mejaredaksi – Tim K9 Search and Rescue (SAR) Polri dari Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri resmi diberangkatkan ke Myanmar dalam misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi yang melanda negara tersebut.
Tim ini tergabung dalam Indonesian Search and Rescue (INASAR) yang dikerahkan guna mendukung operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi terdampak bencana.
Sebanyak 61 personel INASAR diterjunkan dalam misi ini, termasuk empat personel dari Ditpolsatwa Korabhara Baharkam Polri yang membawa dua anjing pelacak (K9) terlatih.
Tim ini akan berada di bawah kendali operasi (BKO) di Myanmar untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan serta memberikan bantuan kemanusiaan lainnya. Personel Ditpolsatwa yang bertugas dipimpin oleh Iptu Erasmus.
Kehadiran tim K9 SAR diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi korban, mengingat anjing pelacak memiliki kemampuan tinggi dalam mendeteksi keberadaan manusia di bawah reruntuhan.
Pengiriman tim ini juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung operasi kemanusiaan internasional serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar.
Tim INASAR telah dipersiapkan dengan pelatihan intensif serta dilengkapi peralatan modern untuk menghadapi berbagai tantangan di lokasi bencana.
“Dengan kesiapan penuh dan semangat kemanusiaan, mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dengan optimal demi menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujar Irjen Pol Endi Sutendi, Wakil Asisten Utama Operasi Kapolri, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Selasa (1/4/2025).
Misi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kesiapsiagaan Polri dalam membantu negara sahabat yang tengah mengalami musibah.
“Kolaborasi antarnegara dan semangat gotong royong diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban gempa di Myanmar,”pungkas Irjen Endi.
Editor: Panca









