Tradisi Lebaran di Pulau Penyengat: Wisata Religi dan Budaya yang Tak Pernah Sepi

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali menjadi magnet wisatawan saat libur Lebaran Idulfitri 2025. Destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah dan budaya ini dipadati pengunjung sejak hari pertama lebaran.

Bagi sebagian warga, berkunjung ke Pulau Penyengat saat Lebaran bukan sekadar rekreasi, melainkan sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Batam, rela mengantre di Dermaga Pelantar Kuning untuk menyeberang menggunakan kapal pompon, satu-satunya transportasi menuju pulau tersebut.

“Sudah menjadi tradisi bagi keluarga kami untuk berziarah ke makam-makam dan beribadah di Masjid Sultan Riau. Suasana di sini selalu membuat kami merasa damai dan penuh makna,” ujar Fitri, warga Tanjungpinang, Kamis (3/4/2025).

Pulau Penyengat dikenal dengan situs-situs bersejarah seperti Masjid Raya Sultan Riau dan Balai Adat Melayu. Para pengunjung tak hanya melaksanakan salat, tetapi juga menikmati suasana tenang di sekitar masjid dan belajar budaya Melayu melalui pakaian adat serta penjelasan sejarah lokal di Balai Adat.

Rahmat, wisatawan asal Batam, mengaku datang untuk bernostalgia.

“Kami ingin mengenalkan anak-anak pada sejarah dan budaya Melayu. Masjidnya selalu membuat hati tenang,” katanya.

Lebaran di Pulau Penyengat bukan hanya soal liburan, tapi juga pelestarian nilai-nilai budaya dan keagamaan yang kental di tengah masyarakat Kepri.

Penulis: Ismail       |      Editor: Panca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *