Tanjungpinang,mejaredaksi – Antrean puluhan truk yang mengisi solar di SPBU Kilometer 8, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, dikeluhkan warga karena membuat ruas jalan semakin sempit.
Sejumlah truk bahkan disebut telah terparkir sejak malam hari untuk menunggu giliran pengisian solar pada keesokan harinya.
Pantauan di lokasi, antrean truk terlihat memanjang dari kawasan SPBU hingga turunan CK Tanjungpinang Hotel. Kondisi ini membuat sebagian badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan.
Warga khawatir kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat pagi dan sore ketika aktivitas masyarakat sedang padat.
Salah seorang warga, Ryan, mengatakan keberadaan truk yang terparkir hingga memakan badan jalan cukup mengganggu pengguna jalan.
“Iya truknya terparkir di ruas jalan sehingga memakan jalan. Ini bukan hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga bisa menimbulkan kecelakaan,” ujarnya, Kamis (08/10/2026).
Menurutnya, sejumlah truk bahkan sudah terlihat berada di lokasi sejak malam hari.
“Dari malam hari truknya sudah terparkir di sini. Ya mungkin untuk menunggu besok harinya agar tidak berantrean panjang,” ungkapnya.
Ia berharap pengemudi truk dapat lebih memperhatikan posisi kendaraan saat mengantre sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Tanjungpinang, Savran Shadiq mengatakan, pihaknya telah mengetahui kondisi antrean tersebut dan berkoordinasi dengan pihak SPBU.
“Ya kami sudah mengetahuinya dan sudah kami pantau dan sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU,” katanya.
Dishub meminta pengemudi truk tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat mengantre agar arus lalu lintas tetap berjalan.
“Kita minta truk memposisikannya di luar badan jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk sementara pihaknya masih melakukan pengawasan melalui imbauan kepada pengemudi truk.
“Untuk sekarang kita masih mengimbau dan mengingatkan. Dilihat juga karena ruas jalannya kecil sehingga menimbulkan kemacetan,” ucapnya.
Ia meminta truk yang mengantre dapat diparkir di bahu jalan dan tidak mengganggu arus kendaraan, terutama pada jam sibuk.
“Tapi kita minta truk untuk parkir di bahu jalan agar tidak macet, terutama saat masyarakat Tanjungpinang berangkat dan pulang kerja pada pagi dan sore,” pungkasnya.











