Wamenpar Dorong Bali Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia Terbaik

Bali,mejaredaksi – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa optimistis Bali mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) terbaik di dunia.

Optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 di Sanur, Bali.

Menurut Wamenpar, Bali memiliki keunggulan yang sulit ditandingi destinasi lain, mulai dari kekayaan budaya, keindahan alam, hingga keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik utama penyelenggaraan berbagai agenda internasional.

“Kehadiran BaliCEB harus menjadi semangat baru dan kekuatan baru untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia, sekaligus menjaga pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh Puspa.

Data International Congress and Convention Association (ICCA) mencatat Bali berada di peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggara pertemuan internasional asosiasi. Pada 2024, Bali sukses menggelar 54 pertemuan internasional, meningkat signifikan dibandingkan 34 kegiatan pada tahun sebelumnya.

Wamenpar menilai sektor MICE memiliki dampak ekonomi yang luas karena mampu menggerakkan industri perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung lainnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pembenahan sejumlah aspek seperti infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan penanganan sampah agar daya saing Bali semakin kuat di tingkat global.

“Mari bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang ada sehingga Bali benar-benar mampu menjadi destinasi MICE kelas dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031, Ketut Jaman, menyatakan pihaknya akan fokus memperkuat promosi internasional, meningkatkan kualitas SDM, serta memastikan manfaat industri MICE dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku UMKM di Bali.

“Pengembangan industri MICE tidak hanya tentang mendatangkan event internasional, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali,” ujar Ketut Jaman.