Batam, Mejaredaksi – Yogi Eka Saputra dan Muhammad Islahudin menakhodai Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, memipin kepengurusan untuk periode 2025 -2028.
Keduanya terpilih secara aklamasi dalam konferensi tingkat kota (Konferta) ketujuh AJI Kota Batam digelar di Hotel GGI Batu Ampar, Sabtu (26/5/2025). Yogi yang merupakan jurnalis Tempo terpilih sebagai ketua, sedangkan Islah, jurnalis Batam TV sebagai sekretaris.
Dalam konferta ini sekaligus menetapkan Majelis Etik dan Peradilan Organisasi (MEPO); Majelis Pertimbangan Legislasi (MPL).
Jajaran MEPO Aji Kota Batam 2025-2028 diantaranya Fiska Juanda; Alamudin Hamapu; dan Bobi. Sementara MPL Aji Kota Batam 2025-2028 diisi oleh Ajang Nurdin; Aziz Maulana; dan Fathur Rohim.
Ketua Aji Kota Batam terpilih, Yogi menyampaikan apresiasi atas Konferta AJI Kota Batam 2025 yang berjalan lancar dan penuh nuansa kekeluargaan. Apresiasi juga ia haturkan pada pengurus nasional AJI yang hadir dan membersamai jalannya Konferta ke-7 AJI Kota Batam.
Yogi melanjutkan, ada beberapa hal yang akan langsung dikerjakan. Di antaranya persiapan AJI Kota Batam bersama Kota Tanjungpinang menuju perhelatan Festival Media (Fesmed) AJI yang akan terlaksana pada 2026 kelak. Yogi juga menyampaikan akan melakukan penguatan di internal AJI Kota Batam. Mulai dari menampung saran dan masukan oleh semua anggota.
Hal senada juga disampaikan Islahuddin. Ia mengajak semua anggota AJI Batam untuk semakin erat menyongsong perjalanan AJI Kota Batam ke depan.
Ketua Demisioner AJI Kota Batam, Fiska Juanda, menyampaikan dukungannya pada pengurus AJI Kota Batam 2025-2028. Ia juga meminta maaf atas kepemimpinannya, jika dalam prosesnya belum sesuai harapan.
“Fesmed 2026 butuh dukungan teman-teman AJI semua. Ayo kita dukung penuh.”
Konferta AJI Kota Batam ini turut dihadiri Ketua AJI Nani Afrida dan Korwil Sumatera AJI, Prawira Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua AJI, Nani Afrida, mengingatkan segenap keluarga besar AJI Kota Batam untuk segera bersiap menyongsong tantangan ke depan. Kesiapan itu harus dimulai dengan melakukan penguatan di internal AJI, utamanya pada jaringan AJI di tingkat kota.
Nani juga mendorong agar jurnalis terus menempa diri. Sehingga dapat memahami secara benar situasi yang terjadi, baik di tingkal lokal, nasional maupun global.
“Penguatan di internal organisasi diperlukan, melalui pelatihan dan sebagainya. Teman-teman juga harus peka dengan situasi yang terjadi di nasional dan global.” (*)
Penulis : Kurnia
Editor: Andri






