Tanjungpinang, mejaredaksi – Data mengejutkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang menunjukkan lonjakan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sepanjang Januari hingga September 2025, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini mencatatkan total 20.488 kasus ISPA.
Angka ini bahkan mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan 20.196 kasus.
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut perlu diwaspadai serius, terutama karena terjadi pada hampir seluruh kelompok umur.
berdasarkan data Dinkes Tanjungpinang, Orang Dewasa (19-59 tahun) terdapatĀ 10.888 kasus, Anak & Remaja (10-18 tahun) Sebanyak 4.147 kasus danĀ Balita Tercatat 3.576 kasus.
“Distribusi usia menunjukkan pergeseran, kelompok usia produktif dan remaja kini semakin banyak yang mengalami ISPA,” kata Rustam, Minggu (19/10).
Lonjakan kasus ini, yang puncaknya terjadi pada Februari dan kembali meningkat menjelang September 2025, diduga kuat berkaitan erat dengan perubahan cuaca ekstrem (pancaroba) yang semakin tidak menentu. Periode pancaroba adalah masa rawan peningkatan penyakit pernapasan.
Selain faktor alam, peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi dan penurunan kewaspadaan terhadap protokol kesehatan pernapasan juga dinilai sebagai kontributor utama.
“Kunci utama adalah pencegahan. Kita intensif memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta etika batuk di berbagai lokasi, mulai dari sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas umum,” jelas Rustam.
Upaya mitigasi lainnya meliputi peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan (faskes), penjaminan ketersediaan obat-obatan, serta yang paling krusial: pemantauan kualitas udara dan pengendalian sumber polusi, seperti larangan pembakaran sampah.






