333 Pengungsi Afghanistan di Bintan Khawatir Keselamatan Keluarga Mereka

Pengungsi asal Afghanistan di Hotel Badra Bintan.

Bintan, MR – Sebanyak 333 pengungsi asal Afghanistan yang menempati penampungan imigran di Hotel Badra Bintan mengaku khawatir dan cemas atas nasib keluarga mereka yang berada di sejumlah wilayah di Afghanistan, pasca pengambilalihan kekuasaan oleh militer Taliban.

Zainal Ahmadi, salah seorang pengungsi yang telah 8 tahun melarikan diri dari Afghanistan mengaku masih memiliki sanak saudara di Afghanistan yang kini belum diketahui nasibnya paska Taliban menguasai Afghanistan.

“Anak saya masih disana, 8 tahun lalu masih kecil, sekarang saya tidak kenal, Istri saya juga disana, saya sudah tidak bisa berkuminikasi, sinyal tidak ada,” ujar Zainal saat ditemui di halaman luar Hotel Badra Bintan, Minggu (22/8/2021).

Bersama puluhan pengungsi Afghanistan lainnya, Zainal memohon kepada dunia internasional dan pemerintah Indonesia untuk membantu warga Afghanistan yang kini hidup dalam ketakutan serta berusaha kabur dari negaranya.

“Kami minta negara lain dan UNHCR membantu kelaurga kami, Kami percaya Indonesia bisa membantu,”ucap Zainal yang diaminkan pengungsi lainnya.

Gejolak pasca Taliban menguasai Ibukota Kabul dan sejumlah wilayah di negara yang selalu berkonflik tersebut setiap hari dimonitor oleh para pengungsi melalui pemberitaan media maupun sosial media. Namun para pengungsi yang telah bertahun-tahun di Hotel Badra tersebut kini mengalamai kesulitan untuk berkomunikasi melalui sambungan telepon. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed