80 Pelaku Ekraf di Tanjungpinang Ikuti Pelatihan Digitalisasi Branding dan Kuliner

Pelaku usaha kuliner menyimak penjelasan dari Chef Eddrian Thia yang menjadi narasumber pelatihan branding dan kuliner yang diadakan Disbudpar Tanjungpinang, Selasa (10/9/2023). (Foto: Andri)

Tanjungpinang, MR – Sebanyak 80 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengikuti pelatihan branding dan kuliner yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, Selasa (12/9/2023).

Pelatihan digelar di Hotel Nite and Day Laguna Bintan-Tanjungpinang.

Para peserta dari sub sektor fashion, kriya dan kuliner ini akan mendapatkan pelatihan selama tiga hari, 12-14 September 2023.

Dalam kegiatan ini Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Tanjungpinang menghadiekan narasumber ahli di bidangnya.

Para peserta memperdalam tentang teknik memasak kreatif, manajemen dapur yang efisien, dan cara menghadirkan produk kuliner yang unik serta menarik.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang digitalisai branding pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay, souvenir, fotografi dan cara membangun citra merk yang kuat di pasaran.

“Pelatihan ini adalah bentuk perhatian kemenparekraf dan pemko Tanjungpinang untuk penguatan SDM, terutama di bidang pariwisata, agar dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata dan ekonomi kreatif di ibukota provinsi Kepri,” ungkapBambang Hartanto, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang.

Bambang mengingatkan peserta mengikuti kegiatan dengan serius.

“Ikuti pelatihan ini dengan seksama. Sehingga apa yang disampaikan narasumber dapat diimplementasikan demi peningkatan usaha,” ujar dia.

Dalam kesempatan sama, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri menjelaskan, 80 pelaku ekraf yang mengikuti pelatihan terdiri dari 40 orang peserta pada pelatihan digitalisasi branding, dan 40 orang lagi mengikuti pelatihan kuliner.

Nazri berharap, setelah pelatihan ini, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat langsung menerapkan pengetahuan dan keterampilan baru mereka dalam usaha masing-masing.

“Saya tekankan, ikuti pelatihan ini dengan baik , supaya ada hasilnya dan bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan daya tarik dan pertumbuhan ekonomi di destinasi wisata bapak ibu,” ucapnya.

Penulis/Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *