Solar Cell Sebagai Sumber Energi Terbarukan Masa Depan

Pembangunan pembangit listrik menggunakan teknologi solar cell (tenaga surya) di Pulau Akar, Kota Batam. Pembangunan sumber energi terbarukan yang diyakini akan menjadi solusi kebutuhan energi di masa depan, sekaligus akan berdampak positif terhadap perekonomian serta peningkatan sumber daya manusia di pulau ini. (Foto: Andri)

mejaredaksi – Solar Cell sebagai sumber energi terbarukan diprediksi akan menjadi solusi permasalahan energi di masa depan yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia.

Mengutip laman Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Brian Yuliarto PhD yang merupakan Dosen Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung, menyatakan permasalahan energi menjadi semakin kompleks seiring peningkatan kebutuhan energi.

Energi juga merupakan salah satu faktor utama terjadinya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun faktanya, peningkatan kebutuhan energi justru menjadikan cadangan energi semakin menipis.

Kebutuhan energi yang meningkat faknya bertabrakan dengan kebutuhan manusia untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari polusi.

Berbagai konsideran ini menuntut perlunya pengembangan sumber energi alternatif yang dapat menjawab tantangan di atas tersebut.

Solar cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik.

Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar.

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Panjang, Batam. Dari pembangkit ini telah disalurkan ke rumah-rumah warga setempat yang akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan sumber daya manusia di pulau ini. (Foto: Andri)

Penerapan pemanfaatan solar cell sebagai upaya pemenuhan energi masyarakat di Kepulauan Riau kini juga tengah digesa.

Pembangunan solar cell oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam kapasitas relatif besar sedang dan akan diterapkan di sejumlah lokasi di provinsi ini.

Salah satunya di beberapa pulau yang notabene tidak terhubung gardu induk PLN. Di antaranya adalah Pulau Akar dan Pulau Panjang yang secara administratif masuk dalam wilayah Kota Batam.

Pengembangan solar cell oleh PLN ini diyakini akan memberikan manfaat terdapat peningkatan perekonomian serta sumber daya manusia masyarakat di tengah keterbatasan energi listrik di dua pulau tersebut. (*)

Redaksi Mejaredaksi, Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *