
Bintan, mejaredaksi – Masyarakat Pulau Dendun, Kabupaten Bintan, Provinasi Kepulauan Riau kini dapat menikmati listrik sepanjang hari, setelah penantian panjang.
Melalui program ‘Kepri Terang’ yang dicanangkan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, listrik yang sebelumnya hanya menyala selama 14 jam kini mengalir penuh 24 jam di rumah-rumah mereka.
Beroperasinya mesin 200 kVa yang direlokasi dari Mantang oleh Pemprov Kepri telah menggenapi nyalanya listrik di Dendun.
“Kami berhasil relokasi dan perbaiki mesin genset dari Mantang ke Dendun agar masyarakat di sini dapat menikmati listrik 24 jam,” ujar Ansar.
Mesin tersebut akan dikelola oleh PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang. Gubernur Ansar juga mengungkapkan rencana untuk mengalirkan listrik ke Dendun melalui kabel bawah laut dari Mantang, sementara mesin diesel di Pulau Dendun akan dipindahkan ke Pulau Numbing.
Gubernur Ansar memberikan pesan kepada masyarakat agar memanfaatkan listrik 24 jam ini untuk kegiatan produktif guna meningkatkan ekonomi.
“Sekarang listriknya sudah nyala 24 jam, jadi manfaatkanlah betul-betul untuk kegiatan usaha atau produktif di siang hari, malam hari pun anak-anak bisa belajar dengan tenang sekarang,” kata Ansar.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan, Gubernur menyerahkan bantuan pangan berupa beras 10 kg kepada 197 penerima bantuan di Pulau Dendun selama tiga bulan.
Selain meresmikan listrik 24 jam, Gubernur Ansar melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pulau Telang Kecil, Kabupaten Bintan.
Dalam silaturahmi dengan masyarakat, Gubernur berkomitmen untuk menyediakan listrik 24 jam di Pulau Telang Kecil dengan penerangan menggunakan Solar Cell di siang hari dan mesin diesel di malam hari.
Gubernur juga menjanjikan perbaikan pelabuhan dengan penganggaran pada anggaran perubahan tahun 2024 atau paling lambat tahun anggaran 2025.
Program bantuan kepada masyarakat nelayan, seperti bantuan kapal, alat tangkap, dan BPJS Nelayan, serta pemberian sertifikat bagi rumah nelayan, juga akan dilanjutkan untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Pulau Telang Kecil.
penulis/Editor: Panca






