Tanjungpinang, mejaredaksi – Dorongan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin menguat. Dalam rapat paripurna DPRD Kepri, Selasa (8/7/2025), sejumlah fraksi menilai kinerja BUMD masih jauh dari harapan.
Salah satu sorotan tajam datang dari Fraksi PKS. Anggota Fraksi PKS, M. Taufik, menilai kontribusi BUMD terhadap PAD belum maksimal. Ia juga mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki potensi pendapatan, seperti laboratorium, bisa turut menyumbang PAD.
“Kami berharap ada kontribusi real dari BUMD, dan OPD yang memiliki laboratorium juga harus dimaksimalkan,” ujar Taufik.
Taufik juga mengusulkan pembentukan tim perumus strategi optimalisasi PAD yang melibatkan pakar, ahli, dan OPD terkait.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengakui kinerja BUMD masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi secara bertahap.
“BUMD kita memang punya beban masa lalu. Tapi sekarang sudah tidak berutang lagi. Ini jadi momentum kita untuk berbenah,” ujarnya.
Ansar juga membeberkan rencana pembentukan BUMD Energi di sektor minyak dan gas dengan memanfaatkan potensi lahan di wilayah Anambas.
Ia menilai, kehadiran BUMD Energi bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan PAD tanpa hanya bergantung pada Participating Interest (PI).
“BUMD harus aktif menjalin komunikasi dengan pelaku eksplorasi migas. Kita punya potensi, tinggal dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Langkah ini dinilai menjadi salah satu upaya Pemprov Kepri dalam menciptakan kemandirian fiskal daerah melalui sektor strategis yang selama ini belum tergarap maksimal.






