Kajati Kepri Beri Sinyal Kuat: Integritas dan Hati Nurani Jadi Kunci Penegakan Hukum di Karimun

Karimun, mejaredaksi – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, J. Devy Sudarso, memberikan “suntikan” semangat baru saat melakukan kunjungan kerja dan supervisi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun pada Senin (15/9/2025).

Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk menegaskan visi Kejaksaan yang lebih modern, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kedatangan Kajati J. Devy Sudarso yang didampingi sejumlah asisten disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karimun Denny Wicaksono.

Kehadiran rombongan juga disambut oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun yang menyematkan tanjak, sebuah simbol penghormatan tertinggi.

“Kehadiran ini adalah untuk memastikan seluruh program kerja Kejaksaan berjalan baik sesuai arahan pimpinan di Kejaksaan Agung. Lebih dari itu, kunjungan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi,” ujar Kajati.

Sinergi dan Hati Nurani sebagai Pondasi

Dalam arahannya, Kajati Devy mengapresiasi kinerja Kejari Karimun yang telah mencapai 85% serapan anggaran. Namun, ia menekankan bahwa angka bukan segalanya. Yang lebih penting adalah dedikasi, integritas, dan hati nurani dalam setiap langkah penegakan hukum.

“Di tengah tantangan yang semakin kompleks, kita dituntut untuk bekerja secara profesional dan berintegritas. Setiap langkah dan tindakan kita akan dinilai masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan hati, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada hasil yang nyata,” tegasnya.

Pernyataan ini seolah menjadi pesan kunci yang menyoroti pergeseran paradigma Kejaksaan. Bukan hanya sekadar lembaga yang menuntut dan menghukum, melainkan institusi yang menjadi pelayan masyarakat dan mampu menghadirkan keadilan sejati.

Minum Kopi, Bukan Halusinasi

Sesi pengarahan ditutup dengan kalimat yang cukup “membumi” namun penuh makna. Kajati Devy mengajak seluruh jajaran untuk terus bersinergi, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Karimun.

“Mari kita minum kopi, karena otak butuh inspirasi bukan halusinasi,” tutupnya, disambut senyum dan semangat dari seluruh pegawai.

Filosofi “minum kopi” ini seolah ingin menggambarkan bahwa solusi dan inovasi tidak selalu datang dari pemikiran yang berat, melainkan dari inspirasi yang sederhana dan nyata, jauh dari imajinasi kosong.

Setelah sesi internal, rombongan Kajati juga menunjukkan komitmen sosialnya dengan berbagi kasih di Panti Asuhan Jehovah Jireh. Kunjungan berlanjut ke Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjung Batu dan Moro untuk memastikan optimalisasi kinerja di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *