Batam, mejaredaksi – Batam semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu kawasan investasi strategis di Indonesia. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di kota industri tersebut telah mencapai Rp38,97 triliun berdasarkan pemantauan bottom-up BP Batam.
Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah upaya Batam memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi. Nilai investasi tersebut juga menunjukkan aktivitas dunia usaha yang terus bergerak dan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Batam.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp29,89 triliun.
Dengan target investasi sebesar Rp70 triliun sepanjang 2026, capaian berdasarkan metode bottom-up tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan. Sementara berdasarkan LKPM, realisasinya berada di angka 42,70 persen.
Pertumbuhan investasi Batam bahkan telah terlihat sejak awal tahun. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut jauh melampaui pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen. Pada periode yang sama, Batam juga berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional.
Meningkatnya investasi tidak terlepas dari upaya BP Batam dalam membangun ekosistem usaha yang semakin kompetitif.
Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan infrastruktur, konektivitas logistik, kemudahan berusaha serta percepatan pelayanan terus didorong untuk mendukung kebutuhan investor.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, tingginya realisasi investasi mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam.
Menurut Amsakar, besarnya nilai investasi bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah memastikan investasi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, momentum pertumbuhan investasi harus terus dijaga hingga akhir 2026.
Investasi yang masuk diharapkan tidak berhenti pada angka, tetapi berlanjut menjadi proyek yang beroperasi, industri yang berkembang, lapangan kerja baru, serta aktivitas ekonomi yang memberikan efek berantai bagi masyarakat.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, peningkatan investasi harus dibarengi dengan pelayanan yang mampu memberikan kepastian kepada investor.
Menurutnya, dunia usaha membutuhkan ekosistem yang mendukung sejak proses awal investasi hingga kegiatan usaha berjalan.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Li Claudia.
BP Batam, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kebutuhan dunia usaha dapat direspons secara cepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.






