Tanjungpinang,mejaredaksi – Bawang merah yang beredar di Pasar Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang, berasal dari pasokan luar daerah.
Mulai dari agen hingga pedagang, bawang yang dijual di pasar tersebut diperoleh melalui jalur pengiriman dan distribusi dari daerah lain.
Salah satu karyawan agen bawang di Pasar Bintan Center mengatakan barang yang mereka jual berasal dari kiriman luar daerah melalui ekspedisi.
“Barang yang kami ambil dari ekspedisi. Orang kirim dari luar kirim ke kami. Untuk pengirimannya saya kurang tahu, soalnya bos sekarang tidak ada,” ucapnya, Kamis (20/8/2026).
Hal serupa disampaikan Ira, salah seorang pedagang sayur di Pasar Bintan Center. Ia mengatakan bawang merah yang dijualnya berasal dari luar Tanjungpinang.
Menurutnya, bawang yang tersedia terdiri dari bawang impor serta bawang merah produksi dalam negeri yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah.
“Rata-rata bawang merah yang kami jual semua dari impor . Kalau bawang merah Jawa itu lokal dari Brebes,” ujarnya.
Saat ini, bawang merah asal Jawa dijual dengan harga Rp48 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah impor dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram.
Ia mengatakan harga bawang di Pasar Bintan Center saat ini masih berada dalam kondisi stabil.
“Harga bawang sekarang masih standar, belum ada kenaikan,” tuturnya.
Pedagang lainnya, Eko, juga mengatakan stok bawang yang dijualnya tidak berasal dari Tanjungpinang. Ia memperoleh barang tersebut dari Batam, sementara bawang produksi dalam negeri yang dijualnya berasal dari Pulau Jawa.
“Harga bawang Jawa yang lokal itu Rp48 ribu per kilonya, kalau impor Rp14 ribu,” ucapnya.
Eko mengatakan dirinya tidak menerima bawang yang merupakan hasil produksi lokal Tanjungpinang. Menurutnya, stok yang tersedia di lapaknya berasal dari daerah lain.
“Bawang kami ambil dari Batam. Untuk lokal itu juga dari Jawa, bukan dari Tanjungpinang. Lahan di Tanjungpinang kan gak ada, Bang,” pungkasnya.






