Air Dohot, Minuman Segar Berbuka Puasa Khas Pulau Penyengat

Air Dohot. Minuman yang pada awalnya hanya bisa dinikmati oleh kalangan Kerajaan Melayu Riau-Lingga memiliki rasa yang unik. Sangat bermanfaat dinikmati ketika berbuka puasa karena diyakini bisa membuang panas dalam. (Foto: Andri)

Tanjungpinang, MR – Air Dohot, minuman segar untuk berbuka puasa yang pada awalnya hanya bisa dinikmati oleh kalangan Kerajaan Melayu Riau-Lingga itu kini bisa dinikmati bebas.

Seperti namanya, minuman khas Pulau Penyengat, Kota Tanjunginang, Provinsi Kepulauan Riau ini
berbahan dasar buah dohot.

Dari bentuk dan tekstur, buah dohot sekilas memiliki kemiripan dengan buah kurma.

Yang membedakan adalah warna. Permukaan dan daging buah dohot berwarna merah cerah, sehingga buah dohot juga sering disebut dengan Kurma Merah.

Selain buah dohot kering, Air Dohot memiliki beberapa campuran buah kering lainnya. Di antaranya kelengkeng kering, kesemek, hingga kismis kuning kering.

Beberapa bahan dasar Air Dohot. Di antaranya buah dohot kering, kismis kuning, dan kelengkeng kering. (Foto: Andri)

Dari berbagai campuran buah kering itu menghasilkan rasa yang unik. Rasa asam bercampur manis yang tidak dominan.

Rasa segarnya sangat cocok dinikmati saat berbuka puasa. Selain itu, Air Dohot juga diyakini dapat membuang panas dalam tubuh. Terasa sangat segar ketika dinikmati dalam keadaan dingin.

Saat ini Air Dohot sangat mudah diperoleh. Banyak lapak bazar ramadan di Kota Tanjungpinang yang menjual dalam beberapa ukuran kemasan, bahkan berupa Air Dohot kering yang dapat diolah sendiri secara instan.

Air Dohot dalam berbagai kemasan. Saat ini sangat mudah diperoleh. (Foto: Andri)

Air Dohot bahkan tersedia di marketplace. Sangat mudah mendapatkan Air Dohot sekarang ini.

Tidak bagi orang-orang zaman dulu. Ya, karena Air Dohot ini pada masanya merupakan minuman mewah yang hanya bisa dinikmati oleh keluarga atau orang-orang di lingkungan Kerajaan Melayu Riau-Lingga.

Minuman ini juga biasanya menjadi sajian kepada tetamu kerajaan yang berkunjung ke Pulau Penyengat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *