AJI Kecam Tindakan Represif Aparat Kepada Pendemo di Semarang

Tangkapan layar Aksi unjuk rasa mahasiswa di Semarang Jateng, menolak revisi UU Pilkada. Sumber Youtube Nusantara tv

Semarang, mejaredaksi – Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Semarang, Aris Mulayawan menyatakan, AJI Semarang mengecam adanya tindak represif yang dilakukan aparat kepada masa pendemo di Jalan Menteri Supeno Kota Semarang, Tepatnya di gerbang samping Kantor DPRD Jateng., Kamis (22/8/2024)

“Dalam kejadian demo tadi, ada anggota kita dan persma yang menjadi korban pada saat peliputan sehingga harus dirawat ke rumah sakit,” ujarnya.

Data yang di himpun AJI Semarang, ada 18 korban yang harus di rawat ke rumah sakit (RS), 15 di RS Roemani, 1 di RS Pandananran, 1 di RSUP Kariadi dan 1 di RS Tlogorejo.

Dirinya juga mendorong kepada awak media untuk mendukung para masyarakat yang melakukan aksi pengawalan demokrasi karena tindakan Baleg DPR RI yang berupaya menganulir keputasan MK perihal aturan Pilkada.

Ancaman terhadap demokrasi di Indonesia semakin nyata. Menurut laporan, penguasa terus-menerus merongrong konstitusi demi kekuasaan oligarki.

Terakhir, upaya penguasa untuk membatalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada menambah kekhawatiran mengenai penyimpangan kekuasaan dalam proses legislasi.

“Demokrasi di negeri ini benar-benar terancam. Media massa sebagai pilar keempat demokrasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan menegakkan demokrasi,” sebut Aris.

Aris mengatakan pers dan jurnalis harus menjadi garda terdepan melawan upaya-upaya yang bertujuan melumpuhkan demokrasi.

“Jika putusan MK bisa dianulir dalam waktu singkat, ada risiko undang-undang yang menjamin kebebasan pers, berpendapat, dan berekspresi juga akan perlahan-lahan dilucuti dengan mudah sampai kita menuju era kegelapan.” bebernya.

Editor: Panca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *