
Tanjungpinang, MR – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Tanjungpinang pada pertengahan musim kemarau ini, sedikitnya ada 15 kasus.
Selama dua pekan terakhir hingga Agustus 2023, menghanguskan lahan seluas 18,5 hektare lahan.
Kasi Pencegahan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Dery Ambary mengatakan rata-rata penyebab kebaran hutan dan lahan tersebut, akibat pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Biasanya ada warga yang membakar sampah di lahan kosong, tapi setelah itu di tinggal. Akibatnya api menjalar membakar tumbuhan kering disekitarnya,” ujar Derry, Selasa (15/8/2023).
Selain pembukaan lahan, jelas Dery akibat lainnya karena cuaca panas beserta angin kencang yang terjadi di Kota Tanjungpinang, ikut memicu terbakarnya belasan hektare lahan tersebut.
“Ada yang dalam sehari itu tiga kali kejadian sampai, bahkan 4 kali,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan, agar masyarakat setempat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Serta tidak melakukan pembakaran sampah dilahan semak belukar.
“Setelah membakar sampah itu jangan ditinggal pastikan dulu apinya padam,” kata Dery.
Dalam 15 kasus kebakaran tersebut, kata dia tidak ada koban jiwa dan kerugian materil. Namun, kebakaran tersebut dapat menggangu dan meresahkan warga setempat.
“Sabtu kemarin itu, di Jalan Cendrawasih sekitar 3 Hektare lahan hangus,” pungkasnya.
Penulis: M.Ismail
Editor: Rico Barino





